Latest

Cara Mengelompokkan Keyword Hasil Riset agar Tidak Membuat Artikel yang Sama

Pelajari cara mengelompokkan keyword hasil riset berdasarkan topik dan search intent agar tidak membuat artikel yang saling bersaing.

Setelah melakukan riset keyword, biasanya Anda akan mendapatkan banyak kata kunci yang masih berhubungan dengan satu topik. Masalahnya, tidak semua keyword perlu dibuat menjadi artikel yang berbeda.

Beberapa keyword memiliki maksud pencarian yang hampir sama sehingga dapat dibahas dalam satu artikel. Jika setiap keyword dibuat menjadi halaman terpisah, artikel yang dibuat justru bisa memiliki pembahasan yang mirip.

Karena itu, mengelompokkan keyword sebelum mulai menulis dapat membantu membuat struktur konten yang lebih rapi dan terarah.

Apa Itu Pengelompokan Keyword?

Pengelompokan keyword adalah proses menggabungkan beberapa keyword yang memiliki hubungan topik atau search intent ke dalam satu kelompok.

Tujuannya bukan sekadar mengumpulkan keyword sebanyak mungkin, tetapi menentukan keyword mana yang dapat dibahas dalam satu artikel dan mana yang memang membutuhkan artikel terpisah.

Proses ini sering disebut sebagai keyword clustering.

Mengapa Keyword Perlu Dikelompokkan?

Bayangkan Anda melakukan riset dan menemukan puluhan keyword tentang satu topik. Jika semua keyword langsung dijadikan artikel, kemungkinan akan muncul beberapa tulisan dengan pembahasan yang hampir sama.

Dengan mengelompokkan keyword terlebih dahulu, Anda dapat:

  • mengurangi artikel dengan topik yang terlalu mirip;
  • membuat setiap artikel mempunyai fokus yang jelas;
  • mengembangkan pembahasan secara lebih terstruktur;
  • menemukan subtopik yang dapat dijadikan artikel baru;
  • membuat hubungan internal link antarartikel menjadi lebih alami.

Langkah 1: Kumpulkan Keyword dari Hasil Riset

Mulailah dengan mengumpulkan keyword yang masih berhubungan dengan topik utama.

Anda dapat menggunakan hasil dari Ahrefs Keywords Explorer, Google, atau sumber keyword lainnya.

Misalnya Anda melakukan riset tentang Ahrefs, Anda mungkin menemukan keyword seperti:

  • cara menggunakan Ahrefs
  • cara riset keyword dengan Ahrefs
  • Ahrefs Keywords Explorer
  • cara mencari long tail keyword dengan Ahrefs
  • keyword difficulty Ahrefs
  • search intent

Jangan langsung membuat artikel dari semua keyword tersebut. Kelompokkan terlebih dahulu.

Langkah 2: Kelompokkan Berdasarkan Topik

Perhatikan keyword yang membahas subtopik yang sama.

Contohnya:

  • Kelompok Riset Keyword: riset keyword dengan Ahrefs, cara riset keyword Ahrefs.
  • Kelompok Keywords Explorer: Ahrefs Keywords Explorer, cara menggunakan Keywords Explorer.
  • Kelompok Long Tail: long tail keyword dengan Ahrefs, cara mencari long tail keyword.
  • Kelompok KD: keyword difficulty Ahrefs, cara memahami KD.

Dari sini Anda sudah dapat melihat bahwa beberapa keyword mempunyai fokus pembahasan yang berbeda.

Langkah 3: Periksa Search Intent

Kesamaan topik saja belum cukup. Anda juga perlu melihat search intent.

Dua keyword dapat membahas topik yang sama tetapi memiliki maksud pencarian berbeda.

Misalnya:

  • apa itu Keyword Difficulty → pengguna ingin memahami pengertiannya.
  • cara menggunakan Keyword Difficulty → pengguna ingin mengetahui cara menggunakannya.

Keduanya masih berhubungan, tetapi kebutuhan pengguna bisa berbeda.

Karena itu, periksa hasil pencarian Google untuk mengetahui apakah kedua keyword tersebut dapat dijawab dengan satu artikel atau membutuhkan halaman berbeda.

Untuk pembahasan search intent, Anda dapat membaca:

Cara Menentukan Search Intent dari Hasil Riset Keyword

Langkah 4: Bandingkan Hasil Pencarian Google

Ini merupakan salah satu cara sederhana untuk menentukan apakah beberapa keyword sebaiknya digabungkan.

Cari masing-masing keyword di Google dan bandingkan halaman yang muncul.

Jika hasil pencariannya banyak menampilkan halaman yang sama atau jenis konten yang sangat mirip, kemungkinan keyword tersebut dapat dibahas dalam satu artikel.

Sebaliknya, jika hasil pencariannya berbeda dan kebutuhan pengguna juga berbeda, Anda dapat mempertimbangkan membuat artikel terpisah.

Langkah 5: Tentukan Keyword Utama

Setelah keyword dikelompokkan, pilih satu keyword yang paling sesuai sebagai fokus utama artikel.

Keyword lainnya dapat menjadi keyword pendukung selama masih relevan dengan pembahasan.

Misalnya dalam satu kelompok terdapat:

  • cara mencari long tail keyword dengan Ahrefs
  • mencari long tail keyword Ahrefs
  • long tail keyword menggunakan Ahrefs

Ketiganya dapat memiliki maksud yang sangat berdekatan sehingga tidak selalu membutuhkan tiga artikel berbeda.

Pembahasan mengenai keyword utama dan pendukung dapat dilihat di:

Cara Memilih Keyword Utama dan Keyword Pendukung untuk Artikel

Langkah 6: Pisahkan Keyword yang Memiliki Tujuan Berbeda

Tidak semua keyword yang membahas topik sama harus digabung.

Jika keyword mempunyai kebutuhan pengguna yang berbeda secara jelas, lebih baik pertimbangkan untuk membuat artikel terpisah.

Contohnya, keyword apa itu Ahrefs dan cara menggunakan Ahrefs Keywords Explorer masih berada dalam topik yang sama, tetapi pembahasannya berbeda.

Artikel pertama lebih cocok menjelaskan pengenalan, sedangkan artikel kedua membahas penggunaan fitur tertentu.

Contoh Sederhana Keyword Clustering

Misalnya hasil riset Anda menghasilkan keyword berikut:

  • cara riset keyword dengan Ahrefs
  • cara mencari keyword Ahrefs
  • Ahrefs Keywords Explorer
  • cara mencari long tail keyword dengan Ahrefs
  • keyword difficulty Ahrefs
  • cara memahami KD Ahrefs

Keyword tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa topik:

Cluster 1: Riset Keyword

Fokus pada proses menemukan keyword menggunakan Ahrefs.

Cluster 2: Keywords Explorer

Fokus pada cara menggunakan fitur Keywords Explorer.

Cluster 3: Long Tail Keyword

Fokus pada pencarian dan pemilihan long tail keyword.

Cluster 4: Keyword Difficulty

Fokus pada cara memahami dan menggunakan metrik KD.

Dengan pembagian seperti ini, setiap artikel mempunyai fokus yang lebih jelas.

Jangan Membuat Artikel Hanya Karena Keyword Berbeda

Perbedaan beberapa kata dalam keyword tidak selalu berarti membutuhkan artikel yang berbeda.

Contohnya:

  • cara mencari keyword dengan Ahrefs
  • cara riset keyword menggunakan Ahrefs

Kedua keyword tersebut terlihat berbeda, tetapi maksud pencariannya bisa sangat dekat.

Daripada membuat dua artikel dengan pembahasan hampir sama, lebih baik analisis SERP terlebih dahulu.

Hubungkan Artikel dalam Satu Cluster

Setelah keyword dikelompokkan dan artikel dibuat, Anda dapat menghubungkan artikel yang masih berada dalam satu cluster menggunakan internal link.

Contohnya, artikel tentang riset keyword dapat mengarah ke artikel tentang long tail keyword, Keyword Difficulty, dan search intent jika pembahasannya memang berkaitan.

Struktur seperti ini membantu pembaca berpindah ke pembahasan yang lebih spesifik tanpa harus mencari sendiri artikel terkait.

Gunakan Ahrefs untuk Membantu Proses Clustering

Ahrefs dapat digunakan pada tahap awal untuk menemukan banyak variasi keyword yang masih berhubungan.

Anda dapat memulai dengan satu seed keyword kemudian melihat ide keyword lainnya melalui Keywords Explorer.

Setelah daftar keyword terkumpul, proses pengelompokan tetap perlu dilakukan dengan melihat topik, search intent, dan hasil pencarian.

Jika Anda belum membaca panduan dasarnya, silakan lihat:

Cara Riset Keyword dengan Ahrefs untuk Menemukan Ide Artikel

Tips Agar Keyword Clustering Tetap Natural

  • Jangan mengelompokkan keyword hanya berdasarkan kemiripan kata.
  • Perhatikan maksud pencarian pengguna.
  • Bandingkan hasil pencarian Google.
  • Tentukan satu fokus utama untuk setiap artikel.
  • Gunakan keyword pendukung hanya jika relevan.
  • Hindari membuat artikel yang memiliki isi hampir sama.
  • Hubungkan artikel yang memang saling melengkapi.

Kesimpulan

Mengelompokkan keyword hasil riset membantu Anda menentukan keyword mana yang dapat dibahas dalam satu artikel dan mana yang lebih cocok menjadi artikel terpisah.

Prosesnya dapat dilakukan dengan melihat kesamaan topik, search intent, serta hasil pencarian Google.

Dengan melakukan clustering sebelum menulis, Anda dapat mengurangi artikel yang terlalu mirip dan membuat struktur konten yang lebih terarah.

Yang paling penting, jangan membuat artikel hanya karena menemukan keyword yang berbeda. Periksa terlebih dahulu apakah pengguna sebenarnya mempunyai kebutuhan yang berbeda atau hanya menggunakan variasi kata untuk mencari hal yang sama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu keyword clustering?

Keyword clustering adalah proses mengelompokkan beberapa keyword berdasarkan kesamaan topik dan search intent untuk menentukan keyword yang dapat dibahas dalam satu artikel.

Apakah keyword yang berbeda harus dibuat menjadi artikel berbeda?

Tidak. Jika beberapa keyword memiliki topik dan search intent yang sangat mirip, keyword tersebut dapat dibahas dalam satu artikel.

Bagaimana cara mengetahui keyword yang bisa digabung?

Bandingkan topik, search intent, dan hasil pencarian Google dari keyword tersebut. Jika hasilnya sangat mirip, keyword tersebut dapat dipertimbangkan untuk satu artikel.

Apa manfaat keyword clustering untuk blog?

Keyword clustering membantu membuat struktur konten lebih terarah, mengurangi artikel dengan topik yang terlalu mirip, dan memudahkan pembuatan hubungan antarartikel melalui internal link.

About the author

Admin
blog yang membahas tutorial Blogger, SEO, dan tips teknologi terbaru untuk membantu mengembangkan website dan meningkatkan penghasilan online.

Posting Komentar