Setelah melakukan riset keyword, Anda mungkin mendapatkan banyak kata kunci yang menarik untuk dijadikan artikel. Namun, tidak semuanya harus dikerjakan sekaligus.
Memiliki daftar keyword yang panjang justru bisa membuat proses pembuatan konten menjadi tidak terarah. Karena itu, setelah keyword dikumpulkan dan dikelompokkan, langkah berikutnya adalah menentukan prioritas keyword.
Prioritas membantu Anda menentukan keyword mana yang lebih dulu dikembangkan menjadi artikel berdasarkan beberapa pertimbangan, bukan hanya melihat Search Volume.
Apa Itu Prioritas Keyword?
Prioritas keyword adalah proses menentukan urutan keyword yang akan dikerjakan berdasarkan tingkat relevansi, search intent, persaingan, dan potensi manfaatnya bagi website.
Dengan menentukan prioritas, Anda dapat membuat rencana konten yang lebih teratur dan tidak perlu berpindah-pindah topik setiap kali menemukan keyword baru.
Mengapa Prioritas Keyword Penting?
Hasil riset keyword dapat berisi puluhan bahkan ratusan keyword. Jika semuanya dianggap sama penting, Anda akan kesulitan menentukan artikel mana yang harus dibuat terlebih dahulu.
Dengan membuat prioritas, Anda dapat:
- fokus pada keyword yang paling relevan;
- mengatur urutan pembuatan artikel;
- menghindari pembuatan konten yang terlalu mirip;
- membangun topik secara bertahap;
- menghemat waktu saat membuat konten.
1. Periksa Relevansi Keyword
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah hubungan keyword dengan topik utama website.
Keyword dengan Search Volume tinggi belum tentu perlu menjadi prioritas jika tidak sesuai dengan niche atau pembahasan yang ingin dikembangkan.
Sebaliknya, keyword yang sangat relevan dapat tetap dipertimbangkan meskipun volume pencariannya tidak terlalu besar.
Jadi, mulailah dengan pertanyaan sederhana: Apakah keyword ini benar-benar sesuai dengan topik website?
2. Perhatikan Search Intent
Setelah memastikan relevansinya, periksa search intent keyword tersebut.
Keyword yang memiliki maksud pencarian yang jelas akan lebih mudah diarahkan menjadi jenis konten tertentu.
Misalnya keyword cara mencari long tail keyword dengan Ahrefs mempunyai maksud yang berbeda dengan keyword harga Ahrefs.
Keduanya masih berhubungan dengan Ahrefs, tetapi jenis kebutuhan pengguna berbeda.
Untuk memahami prosesnya, Anda dapat membaca:
Cara Menentukan Search Intent dari Hasil Riset Keyword
3. Lihat Keyword Difficulty
Keyword Difficulty (KD) dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk melihat tingkat persaingan sebuah keyword.
Keyword dengan KD lebih rendah dapat menjadi salah satu pilihan ketika Anda sedang mencari topik dengan tingkat persaingan yang lebih sesuai.
Namun, jangan otomatis menempatkan keyword dengan KD paling rendah sebagai prioritas pertama. Tetap bandingkan dengan relevansi dan search intent.
Anda dapat mempelajari KD lebih lanjut melalui artikel:
Cara Memahami Keyword Difficulty (KD) di Ahrefs
4. Perhatikan Search Volume
Search Volume dapat memberikan gambaran mengenai seberapa sering sebuah keyword dicari berdasarkan data dari tools yang digunakan.
Namun, jangan menjadikan Search Volume sebagai satu-satunya ukuran.
Keyword dengan volume tinggi dapat mempunyai persaingan lebih tinggi atau search intent yang kurang sesuai dengan website. Sementara keyword dengan volume lebih rendah dapat tetap berguna jika sangat relevan dengan topik yang Anda bahas.
5. Pertimbangkan Potensi Topik
Beberapa keyword dapat menjadi pintu masuk menuju pembahasan yang lebih luas.
Misalnya Anda menemukan keyword tentang cara riset keyword. Dari topik tersebut Anda dapat mengembangkan pembahasan lain seperti long tail keyword, search intent, keyword difficulty, dan keyword clustering.
Keyword seperti ini dapat membantu membangun kumpulan artikel yang masih berada dalam satu topik.
6. Perhatikan Hubungan Antarkeyword
Setelah melakukan keyword clustering, lihat kelompok keyword yang sudah dibuat.
Jika beberapa keyword masih berada dalam satu kelompok, tentukan artikel mana yang menjadi pembahasan utama dan mana yang menjadi pembahasan lanjutan.
Dengan begitu, Anda tidak perlu membuat semua artikel secara acak.
Untuk memahami proses pengelompokan keyword, baca:
Cara Mengelompokkan Keyword Hasil Riset agar Tidak Membuat Artikel yang Sama
Contoh Menentukan Prioritas Keyword
Misalnya Anda memiliki empat keyword berikut:
- Keyword A: sangat relevan, KD rendah, volume sedang.
- Keyword B: relevan, KD tinggi, volume tinggi.
- Keyword C: sangat relevan, KD sedang, volume rendah.
- Keyword D: volume tinggi tetapi kurang relevan.
Jangan langsung memilih Keyword B hanya karena memiliki volume paling tinggi.
Bandingkan semua faktor tersebut dan tentukan mana yang paling sesuai dengan kondisi website serta rencana konten Anda.
Contoh ini menunjukkan bahwa prioritas keyword bukan sekadar mencari angka Search Volume terbesar.
Buat Daftar Prioritas Sederhana
Anda tidak membutuhkan sistem yang rumit. Spreadsheet sederhana sudah cukup untuk mencatat hasil riset.
Misalnya gunakan kolom:
- Keyword
- Topik
- Search Intent
- Search Volume
- KD
- Keyword Utama atau Pendukung
- Prioritas
- Status Artikel
Dengan data tersebut, Anda dapat melihat daftar keyword secara lebih teratur dan menentukan artikel mana yang akan dibuat terlebih dahulu.
Jangan Terlalu Terpaku pada Angka
Data keyword memang membantu dalam proses perencanaan, tetapi angka bukan satu-satunya hal yang menentukan kualitas sebuah ide artikel.
Keyword yang sangat relevan dengan pembaca dapat memiliki nilai lebih bagi website meskipun Search Volume-nya tidak sebesar keyword lain.
Karena itu, gunakan data dari tools sebagai bahan pertimbangan dan tetap lihat konteks topiknya.
Hubungkan Prioritas Keyword dengan Content Cluster
Prioritas keyword akan lebih mudah ditentukan jika website sudah memiliki struktur content cluster.
Anda dapat membuat artikel utama terlebih dahulu, kemudian mengembangkan artikel pendukung yang membahas subtopik secara lebih spesifik.
Contohnya dalam topik Ahrefs:
- riset keyword dengan Ahrefs;
- Keywords Explorer;
- long tail keyword;
- keyword persaingan rendah;
- Keyword Difficulty;
- search intent;
- keyword clustering.
Dengan struktur tersebut, pembuatan konten dapat dilakukan secara bertahap tanpa kehilangan hubungan antarartikel.
Tips Menentukan Prioritas Keyword
- Utamakan keyword yang relevan dengan niche.
- Pastikan search intent dapat Anda jawab dengan baik.
- Gunakan KD untuk memahami tingkat persaingan.
- Perhatikan Search Volume tanpa menjadikannya satu-satunya patokan.
- Periksa hasil pencarian Google sebelum menentukan keyword.
- Kelompokkan keyword yang memiliki topik dan intent serupa.
- Buat artikel secara bertahap berdasarkan rencana yang sudah dibuat.
Kesimpulan
Menentukan prioritas keyword membantu Anda mengubah hasil riset yang panjang menjadi rencana konten yang lebih terarah.
Dalam menentukan prioritas, perhatikan relevansi, search intent, Keyword Difficulty, Search Volume, serta hubungan keyword dengan artikel lain.
Tidak ada satu angka yang dapat menentukan keyword mana yang harus selalu dikerjakan terlebih dahulu. Gunakan data keyword sebagai bahan pertimbangan dan sesuaikan dengan topik serta kondisi website.
Dengan cara tersebut, proses riset keyword dapat dilanjutkan menjadi strategi pembuatan konten yang lebih terstruktur.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu prioritas keyword?
Prioritas keyword adalah proses menentukan urutan keyword yang akan dikerjakan berdasarkan relevansi, search intent, persaingan, dan potensi topiknya.
Apakah Search Volume tinggi harus selalu menjadi prioritas?
Tidak. Search Volume hanya salah satu pertimbangan. Relevansi, search intent, persaingan, dan hubungan keyword dengan topik website juga perlu diperhatikan.
Apakah keyword dengan KD rendah harus dibuat terlebih dahulu?
Tidak selalu. KD dapat membantu memahami persaingan, tetapi keyword tetap perlu dinilai berdasarkan relevansi dan search intent.
Bagaimana cara membuat daftar prioritas keyword?
Buat daftar keyword dan catat topik, search intent, Search Volume, KD, serta status artikel. Setelah itu, tentukan urutan pengerjaan berdasarkan kebutuhan dan rencana konten website.