Melakukan riset keyword tidak hanya tentang mencari kata kunci dengan Search Volume tinggi atau Keyword Difficulty yang rendah. Ada satu hal penting yang juga perlu diperhatikan, yaitu search intent.
Search intent adalah maksud atau tujuan pengguna ketika mengetikkan sebuah keyword di mesin pencari. Dengan memahami maksud tersebut, Anda dapat menentukan jenis artikel yang lebih sesuai dengan apa yang sebenarnya dicari oleh pembaca.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara menentukan search intent dari hasil riset keyword dengan langkah yang sederhana.
Apa Itu Search Intent?
Search intent adalah tujuan di balik pencarian yang dilakukan seseorang di Google.
Misalnya, seseorang mengetikkan keyword cara membuat blog. Kemungkinan besar orang tersebut sedang mencari panduan atau tutorial, bukan sekadar definisi tentang blog.
Sementara itu, keyword seperti Ahrefs Keywords Explorer dapat menunjukkan bahwa pengguna mungkin sedang mencari informasi tentang sebuah fitur atau halaman tertentu.
Karena itu, memahami search intent membantu kita menentukan konten seperti apa yang sebaiknya dibuat.
Jenis Search Intent yang Umum
Secara umum, search intent dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis.
1. Informational Intent
Pengguna ingin mendapatkan informasi atau mempelajari sesuatu.
Contohnya:
- apa itu keyword difficulty
- cara riset keyword
- cara membuat sitemap
Keyword seperti ini biasanya cocok dibuat menjadi artikel tutorial, panduan, penjelasan, atau informasi yang menjawab pertanyaan pengguna.
2. Navigational Intent
Pengguna ingin menemukan website, halaman, atau layanan tertentu.
Contohnya:
- Ahrefs login
- Google Search Console
- YouTube Studio
Untuk keyword seperti ini, pengguna biasanya sudah mengetahui tujuan atau nama layanan yang ingin mereka kunjungi.
3. Commercial Intent
Pengguna sedang mencari informasi sebelum menentukan pilihan atau melakukan pembelian.
Contohnya:
- Ahrefs vs Semrush
- tools SEO terbaik untuk blogger
- review hosting WordPress
Konten yang sesuai dapat berupa perbandingan, ulasan, rekomendasi berdasarkan fitur, atau pembahasan kelebihan dan kekurangan produk.
4. Transactional Intent
Pengguna sudah memiliki tujuan untuk melakukan tindakan tertentu, misalnya membeli, mendaftar, atau menggunakan sebuah layanan.
Contohnya:
- beli domain murah
- download aplikasi edit foto
- daftar hosting
Jenis keyword ini biasanya lebih dekat dengan tindakan daripada sekadar mencari informasi.
Cara Menentukan Search Intent dari Hasil Riset Keyword
Setelah mendapatkan daftar keyword dari proses riset, Anda dapat menentukan search intent dengan beberapa langkah berikut.
1. Perhatikan Kata yang Digunakan
Mulailah dengan melihat kata-kata yang terdapat pada keyword.
Kata seperti apa, mengapa, bagaimana, cara, tutorial biasanya menunjukkan bahwa pengguna sedang mencari informasi.
Sementara kata seperti harga, beli, review, vs, terbaik dapat memberikan petunjuk bahwa pengguna sedang mempertimbangkan produk, layanan, atau pilihan tertentu.
Namun, kata tersebut hanya menjadi petunjuk awal. Jangan langsung menentukan intent tanpa melihat hasil pencarian.
2. Lihat Hasil Pencarian Google
Cara yang cukup praktis untuk memastikan search intent adalah membuka Google dan mencari keyword tersebut.
Perhatikan jenis halaman yang muncul di halaman pertama.
Misalnya sebagian besar hasil pencarian berupa tutorial langkah demi langkah, maka kemungkinan keyword tersebut memiliki intent informasional.
Jika hasil pencarian didominasi halaman produk atau halaman layanan, intent-nya bisa berbeda.
3. Perhatikan Judul Halaman di SERP
Judul halaman yang muncul di Google juga dapat memberikan petunjuk mengenai kebutuhan pengguna.
Jika banyak judul menggunakan kata seperti cara, panduan, atau tutorial, Anda dapat melihat bahwa pengguna kemungkinan membutuhkan penjelasan yang praktis.
Sebaliknya, jika banyak judul menggunakan kata review, perbandingan, atau harga, kebutuhan pencariannya mungkin berbeda.
4. Perhatikan Format Konten
Jangan hanya melihat judul. Perhatikan juga format konten yang berada di halaman pertama.
Apakah Google menampilkan artikel tutorial, daftar rekomendasi, halaman kategori, produk, video, atau halaman resmi?
Format yang dominan dapat membantu Anda menentukan jenis konten yang lebih sesuai untuk keyword tersebut.
5. Bandingkan dengan Keyword yang Berhubungan
Jika Anda menemukan beberapa keyword yang masih berada dalam satu topik, bandingkan search intent-nya.
Contohnya:
- apa itu long tail keyword → kemungkinan informasional
- cara mencari long tail keyword → kemungkinan tutorial
- tools riset keyword terbaik → kemungkinan commercial investigation
Walaupun ketiganya membahas topik yang sama, kebutuhan pengguna bisa berbeda.
Contoh Menentukan Search Intent
Misalnya Anda mendapatkan keyword cara mencari keyword persaingan rendah dari hasil riset.
Jika diperiksa di Google dan sebagian besar hasil pencarian berupa artikel tutorial, maka Anda dapat menyimpulkan bahwa pengguna membutuhkan panduan.
Artinya, artikel yang dibuat sebaiknya menjelaskan prosesnya secara bertahap, bukan hanya memberikan definisi tentang keyword persaingan rendah.
Anda juga dapat menggunakan data dari Ahrefs sebagai bagian dari proses riset tersebut. Jika ingin mempelajari prosesnya, baca:
Cara Riset Keyword dengan Ahrefs untuk Menemukan Ide Artikel
Search Intent Bisa Berubah
Search intent tidak selalu bersifat tetap. Hasil pencarian Google dapat berubah seiring waktu karena kebutuhan pengguna dan konten yang tersedia juga berubah.
Karena itu, search intent sebaiknya diperiksa kembali ketika Anda akan membuat artikel untuk keyword yang sudah lama diriset.
Hal ini juga menjadi alasan mengapa melihat SERP secara langsung lebih berguna daripada hanya mengandalkan asumsi berdasarkan kata pada keyword.
Jangan Memaksakan Keyword ke Jenis Artikel
Salah satu kesalahan dalam membuat konten SEO adalah menentukan format artikel terlebih dahulu, kemudian memaksakan keyword agar sesuai dengan format tersebut.
Lebih baik lakukan sebaliknya.
Temukan keyword, pahami maksud pencariannya, lihat SERP, kemudian tentukan format artikel yang paling sesuai.
Dengan cara ini, artikel yang dibuat memiliki peluang lebih besar untuk menjawab kebutuhan pembaca karena topiknya sesuai dengan tujuan pencarian.
Hubungan Search Intent dengan Keyword Difficulty
Search intent dan Keyword Difficulty memiliki fungsi yang berbeda.
KD membantu memberikan gambaran mengenai tingkat persaingan sebuah keyword, sedangkan search intent membantu memahami jenis kebutuhan pengguna di balik keyword tersebut.
Karena itu, jangan memilih keyword hanya karena KD-nya rendah.
Keyword tersebut tetap harus relevan dengan topik website dan memiliki search intent yang dapat Anda layani melalui konten yang berkualitas.
Untuk memahami KD lebih lanjut, Anda dapat membaca:
Cara Memahami Keyword Difficulty (KD) di Ahrefs
Tips Menentukan Search Intent dengan Cepat
Jika Anda sedang memiliki banyak keyword, gunakan alur sederhana berikut:
- Kelompokkan keyword berdasarkan topik.
- Perhatikan kata dan frasa yang digunakan.
- Cari keyword tersebut di Google.
- Periksa jenis halaman yang muncul.
- Perhatikan judul dan format kontennya.
- Tentukan kebutuhan utama pengguna.
- Buat konten yang sesuai dengan kebutuhan tersebut.
Dengan alur ini, Anda tidak perlu menebak search intent hanya dari satu atau dua kata dalam keyword.
Kesimpulan
Menentukan search intent dari hasil riset keyword merupakan langkah penting sebelum membuat artikel. Keyword yang terlihat menarik belum tentu cocok jika jenis kontennya tidak sesuai dengan kebutuhan pencari.
Untuk memahami search intent, perhatikan keyword, kemudian periksa hasil pencarian Google, jenis halaman, judul, dan format konten yang muncul.
Setelah memahami maksud pencarian, Anda dapat menentukan apakah keyword tersebut lebih cocok dibuat menjadi tutorial, artikel informasi, perbandingan, review, atau jenis konten lainnya.
Dengan begitu, proses riset keyword tidak berhenti pada menemukan kata kunci, tetapi berlanjut hingga memahami apa yang sebenarnya ingin ditemukan oleh pengguna.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu search intent?
Search intent adalah maksud atau tujuan pengguna ketika melakukan pencarian menggunakan sebuah keyword di mesin pencari.
Bagaimana cara mengetahui search intent sebuah keyword?
Anda dapat melihat kata pada keyword, kemudian memeriksa hasil pencarian Google, jenis halaman, judul, dan format konten yang muncul di halaman pertama.
Apakah satu keyword hanya memiliki satu search intent?
Tidak selalu. Sebuah keyword dapat memiliki beberapa kemungkinan maksud, sehingga pemeriksaan hasil pencarian Google diperlukan untuk melihat intent yang paling dominan.
Mengapa search intent penting dalam SEO?
Search intent membantu menentukan jenis dan format konten yang sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga artikel tidak hanya menargetkan keyword, tetapi juga menjawab maksud pencarian.