Menentukan topik artikel tidak selalu mudah, terutama ketika ingin membuat konten yang memiliki peluang mendapatkan pengunjung dari mesin pencari. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah melakukan riset keyword dengan Ahrefs.
Ahrefs menyediakan berbagai fitur untuk membantu menemukan kata kunci, melihat perkiraan volume pencarian, memahami tingkat persaingan, serta mencari variasi keyword yang masih berkaitan dengan topik utama.
Dalam panduan ini, kita akan membahas cara menggunakan Ahrefs Keywords Explorer untuk menemukan keyword dan mengubah hasil riset tersebut menjadi ide artikel yang lebih terarah.
Apa Itu Riset Keyword?
Riset keyword adalah proses mencari dan menganalisis kata atau frasa yang digunakan orang ketika melakukan pencarian di mesin pencari.
Tujuannya bukan sekadar menemukan keyword dengan jumlah pencarian tinggi. Riset keyword juga membantu memahami apa yang dicari pengguna, seberapa besar persaingannya, dan jenis konten seperti apa yang sebaiknya dibuat.
Dengan melakukan riset terlebih dahulu, Anda dapat mengurangi risiko membuat artikel berdasarkan perkiraan saja.
Mengapa Menggunakan Ahrefs untuk Riset Keyword?
Ahrefs dapat digunakan sebagai salah satu alat bantu untuk menemukan dan menganalisis keyword. Melalui Keywords Explorer, Anda dapat memasukkan sebuah topik kemudian melihat berbagai informasi dan ide keyword yang berkaitan.
Data tersebut dapat membantu saat menentukan topik utama, mencari variasi keyword, dan menyusun rencana artikel.
Namun, data dari tools SEO sebaiknya tidak digunakan sendirian. Hasil pencarian Google tetap perlu diperiksa agar artikel yang dibuat sesuai dengan maksud pencarian pengguna.
1. Tentukan Topik Utama Sebelum Riset
Sebelum membuka Ahrefs, tentukan terlebih dahulu topik yang ingin dibahas. Topik tersebut sebaiknya masih berhubungan dengan niche dan pembahasan website.
Misalnya sebuah blog membahas teknologi dan blogging. Beberapa topik awal yang bisa digunakan antara lain:
- SEO Blogger
- cara membuat blog
- Ahrefs
- template Blogger
- aplikasi Android
Topik awal seperti ini disebut sebagai seed keyword. Dari satu topik, Anda dapat mengembangkan banyak keyword yang lebih spesifik.
2. Buka Ahrefs Keywords Explorer
Setelah memiliki topik awal, buka fitur Keywords Explorer di Ahrefs.
- Masuk ke akun Ahrefs.
- Buka menu Keywords Explorer.
- Masukkan keyword atau topik utama.
- Pilih negara yang sesuai dengan target pembaca.
- Jalankan pencarian.
Setelah proses selesai, Ahrefs akan menampilkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan keyword.
3. Perhatikan Search Volume
Search Volume merupakan perkiraan jumlah pencarian untuk sebuah keyword pada lokasi tertentu. Metrik ini dapat membantu memberikan gambaran mengenai potensi pencarian suatu istilah.
Namun, jangan langsung memilih keyword hanya karena memiliki volume yang besar.
Keyword dengan volume lebih kecil dapat menjadi pilihan yang menarik apabila sangat relevan dengan topik website, memiliki maksud pencarian yang jelas, dan memungkinkan Anda membuat konten yang lebih lengkap dibandingkan halaman lain.
4. Periksa Keyword Difficulty atau KD
Ahrefs juga menyediakan metrik Keyword Difficulty (KD) yang memberikan gambaran mengenai tingkat kesulitan sebuah keyword.
Semakin tinggi tingkat persaingan, biasanya semakin besar tantangan untuk mendapatkan posisi yang baik di hasil pencarian. Karena itu, KD dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan saat memilih keyword.
Meski demikian, jangan menjadikan KD sebagai satu-satunya penentu. Anda tetap perlu melihat halaman yang muncul di Google dan menilai apakah website Anda mampu membuat konten yang lebih relevan dan bermanfaat.
5. Cari Keyword yang Berkaitan
Setelah mengetahui keyword utama, langkah berikutnya adalah mencari istilah lain yang masih berhubungan.
Hasil keyword berkaitan dapat membantu menemukan subtopik, pertanyaan pengguna, maupun ide artikel baru.
Misalnya Anda melakukan riset untuk topik cara membuat blog. Dari topik tersebut bisa muncul berbagai pencarian yang lebih spesifik, seperti:
- cara membuat blog gratis
- cara membuat blog di Blogger
- cara membuat blog untuk pemula
- cara membuat blog menghasilkan uang
Tidak semua keyword tersebut harus dimasukkan ke satu artikel. Jika maksud pencariannya berbeda, lebih baik dibuat menjadi artikel terpisah dan saling dihubungkan dengan internal link.
6. Pahami Search Intent
Search intent adalah maksud pengguna ketika mengetik sebuah keyword di mesin pencari.
Memahami search intent penting karena keyword yang terlihat mirip belum tentu membutuhkan jenis artikel yang sama.
Secara sederhana, intent dapat berupa:
- Informasional: pengguna ingin mencari informasi atau penjelasan.
- Komersial: pengguna sedang membandingkan atau mencari informasi sebelum mengambil keputusan.
- Transaksional: pengguna sudah memiliki tujuan untuk melakukan tindakan tertentu, seperti membeli atau mendaftar.
- Navigasional: pengguna ingin menemukan website, halaman, atau layanan tertentu.
Untuk blog tutorial, keyword informasional biasanya menjadi salah satu jenis keyword yang sering digunakan untuk membuat artikel panduan.
7. Cek Hasil Pencarian Google
Setelah menemukan keyword yang menarik di Ahrefs, jangan langsung menulis artikel. Cari keyword tersebut di Google terlebih dahulu.
Perhatikan beberapa hal berikut:
- Jenis artikel yang muncul di halaman pertama.
- Apakah hasil pencarian didominasi tutorial atau artikel informasi.
- Apakah terdapat forum, video, halaman produk, atau website berita.
- Seberapa sesuai hasil tersebut dengan rencana artikel Anda.
Langkah ini membantu memastikan bahwa keyword yang dipilih memang sesuai dengan jenis konten yang ingin dibuat.
8. Pilih Keyword Utama dan Keyword Pendukung
Setelah melakukan riset, tentukan satu keyword utama yang menjadi fokus artikel.
Selanjutnya, pilih beberapa keyword pendukung yang masih relevan. Keyword pendukung dapat digunakan untuk memperluas pembahasan tanpa harus mengulang keyword utama secara berlebihan.
Contohnya, jika keyword utama adalah cara riset keyword dengan Ahrefs, keyword pendukung dapat berupa:
- Ahrefs Keywords Explorer
- riset keyword Ahrefs
- cara mencari keyword dengan Ahrefs
- Keyword Difficulty Ahrefs
- search volume Ahrefs
- mencari ide artikel dengan Ahrefs
Gunakan istilah tersebut secara alami hanya ketika memang sesuai dengan pembahasan.
9. Tentukan Prioritas Keyword
Jika hasil riset menghasilkan banyak keyword, jangan langsung membuat semuanya menjadi artikel. Kelompokkan dan tentukan prioritasnya terlebih dahulu.
Anda dapat mempertimbangkan beberapa hal berikut:
- Relevansi keyword dengan niche website.
- Maksud pencarian pengguna.
- Tingkat persaingan.
- Potensi topik untuk dikembangkan menjadi artikel lengkap.
- Hubungan keyword dengan artikel yang sudah ada.
Dengan cara ini, hasil riset keyword dapat berubah menjadi daftar ide konten yang lebih terstruktur.
10. Contoh Riset Keyword dengan Ahrefs
Misalnya Anda ingin membuat artikel dengan topik SEO Blogger. Masukkan topik tersebut ke Keywords Explorer dan kumpulkan beberapa keyword yang relevan.
- Pilih beberapa keyword yang masih berhubungan dengan SEO Blogger.
- Bandingkan volume pencarian dan KD sebagai bahan pertimbangan.
- Cari keyword yang lebih spesifik.
- Periksa search intent setiap keyword.
- Cari keyword tersebut di Google.
- Catat jenis konten yang muncul.
- Pilih keyword yang paling sesuai dengan kemampuan dan topik blog.
- Tentukan keyword utama dan beberapa keyword pendukung.
Dari satu topik utama, Anda dapat menemukan beberapa ide artikel yang berbeda. Misalnya satu artikel membahas dasar SEO Blogger, sedangkan artikel lainnya membahas sitemap, breadcrumb, internal link, atau masalah teknis tertentu.
11. Jangan Memaksakan Semua Keyword ke Satu Artikel
Kesalahan yang sering terjadi setelah melakukan riset keyword adalah memasukkan terlalu banyak keyword ke dalam satu artikel.
Jika beberapa keyword memiliki maksud pencarian yang berbeda, lebih baik pisahkan menjadi beberapa artikel.
Contohnya, cara riset keyword dengan Ahrefs dan cara memahami Keyword Difficulty Ahrefs masih berhubungan, tetapi keduanya dapat memiliki fokus pembahasan yang berbeda.
Artikel utama dapat menjelaskan proses riset keyword secara keseluruhan, kemudian artikel pendukung membahas KD secara lebih mendalam. Keduanya dapat dihubungkan menggunakan internal link.
12. Gunakan Hasil Riset untuk Membuat Content Cluster
Hasil riset keyword tidak harus berhenti pada satu artikel. Keyword yang masih memiliki hubungan dapat digunakan untuk membuat content cluster.
Misalnya artikel utama membahas cara riset keyword dengan Ahrefs. Artikel pendukung dapat membahas:
- Cara menggunakan Ahrefs Keywords Explorer
- Cara mencari long-tail keyword dengan Ahrefs
- Cara mencari keyword persaingan rendah
- Cara memahami Keyword Difficulty
- Cara menentukan search intent
- Cara memilih keyword utama dan keyword pendukung
Dengan struktur seperti ini, setiap artikel memiliki fokus yang jelas tetapi tetap saling mendukung.
Tips Riset Keyword dengan Ahrefs
- Mulai dari topik yang benar-benar sesuai dengan niche blog.
- Jangan memilih keyword hanya berdasarkan volume pencarian.
- Gunakan KD sebagai pertimbangan, bukan satu-satunya patokan.
- Selalu periksa search intent.
- Cek hasil pencarian Google sebelum membuat artikel.
- Pilih keyword yang dapat Anda bahas secara mendalam.
- Gunakan keyword terkait secara alami.
- Kelompokkan keyword yang memiliki topik dan intent berdekatan.
- Buat artikel pendukung jika keyword memiliki intent yang berbeda.
Kesimpulan
Cara riset keyword dengan Ahrefs dapat dimulai dari satu topik utama kemudian dikembangkan menggunakan Keywords Explorer. Perhatikan volume pencarian, Keyword Difficulty, keyword terkait, search intent, dan hasil pencarian Google sebelum menentukan topik artikel.
Yang paling penting, jangan hanya mengejar angka dari tools SEO. Pilih keyword yang relevan dengan website dan pastikan Anda mampu membuat konten yang benar-benar menjawab kebutuhan pembaca.
Jika dilakukan secara terstruktur, satu sesi riset keyword dapat menghasilkan beberapa ide artikel sekaligus. Keyword tersebut kemudian dapat dikelompokkan menjadi artikel utama dan artikel pendukung sehingga membentuk content cluster yang lebih rapi.
FAQ
Apa itu riset keyword dengan Ahrefs?
Riset keyword dengan Ahrefs adalah proses menggunakan fitur dan data Ahrefs untuk menemukan, menganalisis, dan memilih kata kunci yang relevan sebagai dasar pembuatan konten.
Apa fungsi Keywords Explorer di Ahrefs?
Keywords Explorer membantu menemukan dan menganalisis keyword berdasarkan berbagai data yang tersedia di Ahrefs, sekaligus memberikan ide keyword yang masih berkaitan dengan topik utama.
Apakah keyword dengan volume tinggi selalu lebih bagus?
Tidak. Relevansi, search intent, persaingan, dan kemampuan membuat konten yang sesuai juga perlu dipertimbangkan sebelum memilih keyword.
Apa itu Keyword Difficulty atau KD di Ahrefs?
Keyword Difficulty atau KD adalah metrik di Ahrefs yang memberikan gambaran mengenai tingkat kesulitan atau persaingan sebuah keyword.
Mengapa harus mengecek Google setelah menggunakan Ahrefs?
Karena hasil Google membantu melihat search intent dan jenis konten yang sedang muncul untuk keyword tersebut. Data dari Ahrefs sebaiknya digunakan sebagai bahan riset, bukan satu-satunya dasar dalam menentukan artikel.