Latest

Cara Menggunakan Ahrefs Keywords Explorer untuk Pemula

Pelajari cara menggunakan Ahrefs Keywords Explorer untuk pemula, mulai dari mencari keyword, melihat volume, KD, hingga menemukan ide artikel.

Bagi pemilik blog, menemukan topik yang tepat sebelum menulis artikel dapat membantu membuat konten lebih terarah. Salah satu alat yang bisa digunakan untuk melakukan riset tersebut adalah Ahrefs Keywords Explorer.

Keywords Explorer merupakan fitur Ahrefs yang dapat digunakan untuk mencari informasi mengenai sebuah kata kunci, menemukan keyword yang berkaitan, serta mendapatkan ide topik yang bisa dikembangkan menjadi artikel.

Bagi pemula, berbagai istilah dan data yang tersedia di Ahrefs mungkin terlihat cukup banyak. Namun, Anda tidak perlu memahami semuanya sekaligus. Dengan mengetahui beberapa bagian penting, proses riset keyword bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Pada artikel ini, kita akan membahas cara menggunakan Ahrefs Keywords Explorer dari langkah awal sampai menemukan ide keyword yang dapat dijadikan bahan artikel.

Apa Itu Ahrefs Keywords Explorer?

Ahrefs Keywords Explorer adalah fitur Ahrefs yang membantu pengguna melakukan analisis terhadap sebuah kata kunci dan menemukan keyword lain yang masih berhubungan.

Misalnya Anda ingin membuat blog tentang blogging dan memasukkan keyword cara membuat blog. Dari keyword tersebut, Anda dapat menemukan berbagai informasi serta kemungkinan topik lain yang masih berkaitan.

Data tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan topik artikel. Namun, angka dari tools SEO sebaiknya tidak dianggap sebagai satu-satunya penentu. Relevansi dengan website dan kebutuhan pembaca tetap perlu diperhatikan.

Cara Menggunakan Ahrefs Keywords Explorer

Berikut langkah sederhana yang bisa diikuti jika Anda baru pertama kali menggunakan Keywords Explorer.

1. Tentukan Keyword Awal

Langkah pertama adalah menentukan satu keyword yang paling dekat dengan topik yang ingin dibahas.

Keyword awal sering disebut sebagai seed keyword. Anda tidak harus langsung menggunakan keyword yang sangat panjang atau spesifik.

Misalnya blog Anda membahas teknologi dan blogging, beberapa seed keyword yang dapat digunakan antara lain:

  • blogging
  • SEO website
  • Blogger
  • riset keyword
  • Ahrefs
  • optimasi website

Pilih keyword yang benar-benar berhubungan dengan topik yang ingin Anda kembangkan.

2. Masukkan Keyword ke Keywords Explorer

Setelah menentukan keyword awal, buka fitur Keywords Explorer di Ahrefs.

Masukkan keyword yang ingin dianalisis pada kolom pencarian. Kemudian pilih negara atau lokasi yang sesuai dengan target pembaca.

Jika target utama blog adalah pembaca dari Indonesia, gunakan Indonesia sebagai lokasi ketika melakukan riset. Data pencarian dapat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.

Setelah pencarian dijalankan, Ahrefs akan menampilkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan analisis.

3. Perhatikan Search Volume

Salah satu data yang sering diperhatikan ketika melakukan riset keyword adalah Search Volume.

Search Volume memberikan gambaran mengenai perkiraan jumlah pencarian terhadap sebuah keyword dalam periode tertentu.

Misalnya Anda menemukan beberapa keyword yang masih berkaitan dengan topik blog:

  • cara membuat blog
  • cara membuat blog gratis
  • cara membuat blog di Blogger
  • cara membuat blog untuk pemula

Jangan hanya memilih keyword berdasarkan angka Search Volume yang paling besar.

Keyword dengan volume pencarian lebih kecil tetap bisa menjadi sumber pengunjung jika topiknya spesifik dan sesuai dengan kebutuhan pembaca.

Karena itu, gunakan Search Volume sebagai salah satu bahan pertimbangan, bukan sebagai satu-satunya patokan.

4. Periksa Keyword Difficulty

Selain Search Volume, Anda juga dapat melihat Keyword Difficulty atau KD.

KD merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk melihat tingkat persaingan sebuah keyword pada hasil pencarian.

Keyword dengan persaingan tinggi biasanya membutuhkan usaha yang lebih besar untuk mendapatkan posisi yang baik di mesin pencari.

Bagi blog yang masih berkembang, Anda dapat mempertimbangkan keyword yang lebih spesifik dengan tingkat persaingan yang sesuai dengan kondisi website.

Namun, jangan menganggap nilai KD sebagai jaminan bahwa sebuah keyword pasti mudah atau sulit mendapatkan peringkat. Kondisi hasil pencarian tetap perlu diperiksa secara langsung.

5. Cari Keyword yang Berkaitan

Salah satu kegunaan Keywords Explorer adalah membantu menemukan keyword lain yang masih berhubungan dengan keyword awal.

Dari satu keyword, Anda dapat memperoleh berbagai ide baru yang bisa dikembangkan menjadi artikel berbeda.

Misalnya Anda memasukkan keyword riset keyword. Dari hasil tersebut mungkin ditemukan beberapa variasi topik seperti:

  • cara riset keyword
  • tools riset keyword
  • riset keyword untuk blog
  • long tail keyword
  • keyword persaingan rendah
  • cara mencari keyword untuk artikel

Tidak semua keyword tersebut harus dibuat menjadi artikel.

Pilih keyword yang memiliki hubungan jelas dengan topik blog dan memberikan informasi yang berbeda kepada pembaca.

6. Manfaatkan Long-Tail Keyword

Anda juga dapat menggunakan Keywords Explorer untuk menemukan long-tail keyword.

Long-tail keyword biasanya berupa kata kunci yang lebih panjang dan lebih spesifik dibandingkan keyword umum.

Contohnya:

Keyword umum:
SEO

Keyword lebih spesifik:
cara belajar SEO untuk pemula

Keyword yang lebih spesifik dapat membantu Anda memahami kebutuhan pencari dengan lebih jelas.

Namun, panjang sebuah keyword bukan berarti otomatis lebih baik. Yang lebih penting adalah relevansi keyword tersebut dengan artikel yang akan dibuat dan maksud pencarian pengguna.

7. Perhatikan Search Intent

Setelah menemukan beberapa kandidat keyword, jangan langsung memasukkannya ke dalam artikel.

Coba pahami terlebih dahulu search intent, yaitu tujuan seseorang ketika melakukan pencarian.

Misalnya keyword:

cara membuat blog

Keyword tersebut kemungkinan memiliki tujuan mencari panduan atau tutorial.

Sementara keyword:

Ahrefs pricing

lebih mengarah pada pencarian informasi mengenai harga atau paket layanan.

Dengan memahami search intent, Anda dapat membuat artikel yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembaca.

8. Cek Hasil Pencarian Google

Data dari Ahrefs dapat membantu proses riset, tetapi sebaiknya tetap dilanjutkan dengan melihat hasil pencarian Google secara langsung.

Masukkan keyword yang ingin ditargetkan ke Google dan perhatikan jenis halaman yang muncul.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Apakah hasil pencarian didominasi artikel tutorial?
  • Apakah banyak website membahas topik yang sama?
  • Apakah terdapat forum atau video?
  • Apakah hasil pencarian didominasi website besar?
  • Apakah halaman yang muncul benar-benar menjawab kebutuhan pencari?

Langkah ini membantu memastikan bahwa keyword yang dipilih sesuai dengan jenis konten yang ingin Anda buat.

9. Pilih Keyword Berdasarkan Relevansi

Setelah melihat data dan hasil pencarian, buat daftar beberapa keyword yang potensial.

Jangan memilih keyword hanya karena mempunyai Search Volume tinggi.

Misalnya blog Anda membahas tutorial Blogger. Anda menemukan sebuah keyword dengan volume pencarian besar, tetapi tidak mempunyai hubungan yang jelas dengan topik blog.

Keyword tersebut belum tentu cocok untuk ditargetkan.

Sebaliknya, keyword dengan volume lebih kecil tetapi sangat relevan dengan pembaca dapat menjadi bahan artikel yang lebih sesuai.

Prinsip sederhananya adalah utamakan relevansi, kemudian pertimbangkan data keyword lainnya.

10. Kelompokkan Keyword yang Satu Topik

Jika Anda menemukan banyak keyword yang terlihat mirip, jangan langsung membuat satu artikel untuk setiap keyword.

Beberapa keyword dapat memiliki maksud pencarian yang sama dan sebenarnya bisa dibahas dalam satu artikel.

Contohnya:

  • cara riset keyword
  • bagaimana riset keyword
  • cara melakukan riset keyword

Ketiga keyword tersebut mempunyai maksud pencarian yang sangat mirip.

Daripada membuat tiga artikel dengan isi yang hampir sama, lebih baik membuat satu artikel yang benar-benar membantu pembaca.

Sebaliknya, jika dua keyword memiliki tujuan pencarian yang berbeda, keduanya dapat dikembangkan menjadi artikel terpisah.

Cara ini juga membantu mengurangi risiko munculnya banyak konten yang terlalu mirip di dalam blog.

Contoh Riset Keyword dengan Ahrefs

Misalnya Anda ingin membuat artikel dengan topik Ahrefs untuk pemula.

Mulailah dengan seed keyword:

Ahrefs

Kemudian cari variasi dan topik yang masih berkaitan, misalnya:

  • cara menggunakan Ahrefs
  • Ahrefs Keywords Explorer
  • cara riset keyword dengan Ahrefs
  • Ahrefs untuk pemula
  • cara mencari keyword dengan Ahrefs

Selanjutnya, periksa Search Volume, Keyword Difficulty, keyword terkait, dan search intent.

Setelah itu, lihat hasil pencarian Google untuk mengetahui jenis konten yang biasanya muncul untuk keyword tersebut.

Dari proses tersebut, Anda dapat menentukan apakah sebuah keyword akan digunakan sebagai topik utama atau menjadi bagian dari artikel lain.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan ketika baru menggunakan tools riset keyword.

Hanya Mengejar Search Volume

Volume pencarian yang tinggi memang terlihat menarik, tetapi belum tentu sesuai dengan topik dan tujuan website.

Keyword yang relevan dengan pembaca tetap perlu menjadi pertimbangan utama.

Memasukkan Terlalu Banyak Keyword

Artikel tidak perlu dipenuhi keyword hanya untuk meningkatkan relevansi.

Gunakan istilah yang memang diperlukan dan tulis dengan bahasa yang natural.

Membuat Banyak Artikel yang Hampir Sama

Jika beberapa keyword memiliki search intent yang sama, tidak selalu diperlukan artikel terpisah untuk setiap keyword.

Gabungkan pembahasan jika satu artikel dapat memberikan jawaban yang lebih lengkap kepada pembaca.

Tidak Memeriksa Hasil Google

Riset menggunakan tools SEO sebaiknya tidak berhenti pada angka. Periksa juga hasil pencarian untuk memahami jenis konten yang dibutuhkan pengguna.

Tips Menggunakan Keywords Explorer untuk Blog Baru

Jika blog masih relatif baru, Anda tidak perlu mengejar semua keyword dengan volume pencarian besar.

Mulailah dengan topik yang benar-benar berhubungan dengan niche blog. Cari keyword yang spesifik, pahami kebutuhan pencari, kemudian buat artikel yang memberikan jawaban secara jelas.

Setelah beberapa artikel selesai dibuat, keyword yang masih berkaitan dapat digunakan untuk menemukan topik berikutnya.

Dengan cara tersebut, riset keyword bukan hanya digunakan untuk mencari satu judul artikel, tetapi juga dapat membantu membangun kumpulan konten yang saling berhubungan.

Hubungan Keywords Explorer dengan Artikel Riset Keyword

Keywords Explorer merupakan salah satu bagian dari proses riset keyword secara keseluruhan.

Jika Anda ingin memahami proses riset keyword dari tahap awal sampai menentukan ide artikel, Anda dapat membaca panduan berikut:

Cara Riset Keyword dengan Ahrefs untuk Menemukan Ide Artikel

Artikel tersebut membahas proses riset secara lebih umum, sedangkan artikel ini berfokus pada penggunaan Keywords Explorer untuk menemukan dan menganalisis keyword.

Kesimpulan

Ahrefs Keywords Explorer dapat membantu pemula dalam menemukan keyword, melihat data pencarian, menemukan ide keyword yang berkaitan, dan memahami persaingan sebuah topik.

Namun, penggunaan tools SEO sebaiknya tetap disertai dengan analisis manual. Perhatikan relevansi keyword, search intent, serta hasil pencarian Google sebelum menentukan topik artikel.

Dengan melakukan riset secara terarah, Anda dapat menemukan lebih banyak ide konten tanpa harus membuat artikel yang hanya mengejar keyword. Fokus utama tetap pada pembuatan konten yang bermanfaat, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan pembaca.

Apakah Ahrefs Keywords Explorer cocok untuk pemula?

Ya. Pemula dapat memulai dari fitur dasar seperti memasukkan keyword, melihat Search Volume, memeriksa Keyword Difficulty, dan menemukan keyword yang masih berkaitan dengan topik utama.

Apa yang bisa dilakukan dengan Ahrefs Keywords Explorer?

Keywords Explorer dapat digunakan untuk menganalisis keyword, melihat berbagai data pencarian, menemukan keyword terkait, mencari ide long-tail keyword, dan membantu menentukan topik yang sesuai untuk sebuah artikel.

Apakah Search Volume tinggi berarti keyword tersebut lebih bagus?

Tidak selalu. Search Volume hanya salah satu bahan pertimbangan. Relevansi keyword dengan topik website, search intent, tingkat persaingan, dan kebutuhan pembaca juga perlu diperhatikan.

Apakah semua keyword dari Keywords Explorer harus dibuat menjadi artikel?

Tidak. Pilih keyword yang relevan dengan topik website dan memiliki tujuan pencarian yang jelas. Beberapa keyword yang mempunyai search intent sama dapat dibahas dalam satu artikel agar kontennya tidak terlalu mirip.

About the author

Admin
blog yang membahas tutorial Blogger, SEO, dan tips teknologi terbaru untuk membantu mengembangkan website dan meningkatkan penghasilan online.

Posting Komentar