Mencari keyword yang tepat merupakan salah satu bagian penting sebelum membuat artikel blog. Selain keyword utama yang biasanya memiliki cakupan luas, ada juga long-tail keyword yang lebih spesifik dan biasanya terdiri dari beberapa kata.
Long-tail keyword dapat membantu menemukan topik yang lebih terarah karena frasa pencariannya biasanya sudah menunjukkan kebutuhan tertentu. Untuk menemukannya, salah satu tools yang bisa digunakan adalah Ahrefs Keywords Explorer.
Dengan Ahrefs, Anda dapat memulai dari sebuah keyword umum kemudian mencari berbagai istilah yang lebih spesifik. Hasilnya dapat digunakan untuk menemukan ide artikel baru maupun mengembangkan pembahasan yang sudah ada.
Apa Itu Long Tail Keyword?
Long-tail keyword adalah kata kunci yang lebih spesifik dibandingkan keyword umum. Istilah ini biasanya terdiri dari beberapa kata dan memiliki maksud pencarian yang lebih jelas.
Sebagai contoh:
- Keyword umum: SEO
- Keyword lebih spesifik: cara belajar SEO untuk pemula
- Keyword lebih spesifik: cara belajar SEO Blogger untuk pemula
Contoh tersebut menunjukkan bahwa semakin spesifik sebuah pencarian, semakin jelas pula informasi yang kemungkinan sedang dicari oleh pengguna.
Namun, long-tail keyword tidak harus selalu terdiri dari jumlah kata tertentu. Yang lebih penting adalah tingkat spesifik dan maksud pencariannya.
Mengapa Mencari Long Tail Keyword?
Long-tail keyword dapat membantu blogger menemukan topik yang lebih spesifik untuk dibuat menjadi konten.
Misalnya Anda mempunyai keyword utama riset keyword. Topik tersebut masih sangat luas. Dari keyword tersebut, Anda dapat mencari variasi yang lebih spesifik seperti:
- cara riset keyword untuk blog
- cara riset keyword menggunakan Ahrefs
- cara mencari keyword untuk artikel
- cara mencari long tail keyword
Keyword seperti ini dapat memberikan inspirasi untuk membuat artikel dengan pembahasan yang lebih terarah.
Selain itu, long-tail keyword dapat membantu Anda memahami pertanyaan atau kebutuhan yang lebih spesifik dari pengguna.
Cara Mencari Long Tail Keyword dengan Ahrefs
Berikut langkah yang dapat digunakan untuk mencari long-tail keyword menggunakan Ahrefs Keywords Explorer.
1. Tentukan Seed Keyword
Mulailah dengan menentukan satu keyword utama yang masih berhubungan dengan topik blog.
Misalnya Anda ingin membuat artikel tentang SEO, Anda dapat menggunakan seed keyword:
SEO
Jika topiknya lebih spesifik tentang blogging, Anda dapat menggunakan:
SEO Blogger
Seed keyword ini nantinya digunakan sebagai titik awal untuk menemukan keyword yang lebih spesifik.
2. Masukkan Keyword ke Keywords Explorer
Buka Ahrefs Keywords Explorer, kemudian masukkan seed keyword yang sudah dipilih.
Gunakan lokasi yang sesuai dengan target pembaca Anda. Jika artikel ditujukan untuk pembaca Indonesia, pilih Indonesia sebagai lokasi pencarian.
Setelah hasil ditampilkan, Anda dapat mulai melihat berbagai informasi dan ide keyword yang berkaitan.
3. Lihat Keyword yang Berkaitan
Ahrefs dapat menampilkan berbagai keyword yang mempunyai hubungan dengan keyword awal.
Carilah frasa yang lebih panjang dan mempunyai maksud pencarian yang jelas.
Misalnya dari keyword SEO Blogger, Anda menemukan:
- cara SEO Blogger untuk pemula
- cara optimasi SEO Blogger
- cara membuat artikel SEO di Blogger
- cara memasang meta description Blogger
Keyword tersebut memiliki topik yang lebih spesifik sehingga dapat dikembangkan menjadi pembahasan tersendiri jika memang sesuai dengan kebutuhan pembaca.
4. Gunakan Filter Keyword
Jika hasil keyword terlalu banyak, Anda dapat menggunakan filter yang tersedia di Ahrefs untuk mempersempit hasil pencarian.
Anda dapat mempertimbangkan beberapa data seperti Search Volume dan Keyword Difficulty sesuai kebutuhan riset.
Tujuannya bukan mencari angka tertentu, tetapi menyaring daftar keyword agar lebih mudah dianalisis.
5. Perhatikan Search Volume
Long-tail keyword sering kali mempunyai volume pencarian yang lebih kecil dibandingkan keyword yang sangat umum.
Hal tersebut bukan berarti keyword tersebut tidak berguna.
Keyword yang lebih spesifik dapat menjadi menarik untuk dibahas apabila benar-benar sesuai dengan topik website dan kebutuhan pengguna.
Oleh karena itu, jangan langsung menghapus semua keyword hanya karena Search Volume-nya lebih rendah.
6. Periksa Keyword Difficulty
Selanjutnya, Anda dapat melihat Keyword Difficulty (KD) sebagai salah satu indikator persaingan.
Data tersebut dapat membantu memberikan gambaran awal mengenai tingkat persaingan keyword.
Namun, nilai KD sebaiknya tidak digunakan sendirian untuk menentukan apakah sebuah keyword akan digunakan. Tetap periksa hasil pencarian secara langsung.
7. Periksa Search Intent
Setelah mendapatkan beberapa kandidat long-tail keyword, langkah berikutnya adalah memahami search intent.
Misalnya:
cara mencari long tail keyword dengan Ahrefs
Keyword tersebut menunjukkan bahwa pengguna kemungkinan sedang mencari panduan atau tutorial.
Karena itu, format artikel yang sesuai dapat berupa tutorial langkah demi langkah.
Memahami search intent membantu Anda menentukan bentuk konten sebelum mulai menulis.
8. Cek Hasil Pencarian Google
Jangan hanya mengandalkan data dari Ahrefs. Setelah menemukan kandidat keyword, lakukan pencarian menggunakan Google.
Perhatikan halaman yang muncul pada hasil pencarian.
Anda dapat melihat:
- jenis artikel yang muncul;
- pertanyaan yang sering dibahas;
- topik yang belum dibahas secara lengkap;
- format konten yang digunakan;
- dan kesesuaian hasil pencarian dengan keyword.
Langkah ini membantu memastikan bahwa keyword yang dipilih memang mempunyai topik yang jelas untuk dikembangkan.
Contoh Mencari Long Tail Keyword
Misalnya Anda mempunyai blog yang membahas blogging dan ingin mencari ide dari keyword:
cara membuat blog
Daripada langsung membuat artikel dengan keyword tersebut, Anda dapat mencari variasi yang lebih spesifik seperti:
- cara membuat blog untuk pemula
- cara membuat blog gratis di Blogger
- cara membuat blog Blogger dari HP
- cara membuat blog pribadi untuk pemula
Selanjutnya, periksa setiap keyword menggunakan data yang tersedia di Ahrefs dan bandingkan dengan hasil pencarian Google.
Dari beberapa pilihan tersebut, pilih topik yang paling sesuai dengan pembaca dan kategori blog Anda.
Jangan Membuat Artikel untuk Keyword yang Terlalu Mirip
Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika mencari long-tail keyword adalah jangan menganggap setiap variasi keyword harus menjadi artikel baru.
Misalnya:
- cara membuat blog Blogger
- bagaimana cara membuat blog Blogger
- cara membuat blog di Blogger
Ketiga keyword tersebut mempunyai maksud pencarian yang sangat mirip.
Jika dibuat menjadi tiga artikel dengan isi yang hampir sama, pembaca justru akan mendapatkan informasi yang berulang.
Lebih baik gunakan satu artikel utama yang membahas topik tersebut secara lengkap dan memasukkan variasi keyword secara natural.
Long Tail Keyword untuk Ide Artikel Baru
Tidak semua long-tail keyword harus dimasukkan ke artikel yang sudah ada.
Jika sebuah keyword memiliki topik dan search intent yang berbeda, keyword tersebut dapat menjadi ide untuk artikel baru.
Contohnya, dari topik SEO Anda menemukan:
- cara belajar SEO untuk pemula
- cara riset keyword menggunakan Ahrefs
- cara membuat artikel SEO
- cara optimasi gambar untuk SEO
Masing-masing keyword mempunyai pembahasan yang berbeda sehingga dapat dikembangkan menjadi beberapa artikel dalam satu kelompok topik.
Dengan cara tersebut, riset long-tail keyword juga dapat membantu Anda menemukan ide konten secara berkelanjutan.
Kesalahan Saat Mencari Long Tail Keyword
Hanya Melihat Jumlah Kata
Long-tail keyword tidak ditentukan hanya dari panjang pendeknya frasa. Perhatikan juga apakah keyword tersebut mempunyai maksud pencarian yang spesifik.
Mengejar Volume Terlalu Tinggi
Jangan mengabaikan keyword hanya karena volume pencariannya lebih kecil. Keyword yang sangat relevan tetap dapat menjadi ide konten yang baik.
Mengabaikan Search Intent
Keyword yang terlihat menarik belum tentu sesuai dengan jenis artikel yang ingin dibuat. Pastikan isi artikel nantinya dapat menjawab tujuan pencarian pengguna.
Membuat Banyak Artikel yang Sama
Variasi keyword yang mempunyai search intent sama tidak selalu membutuhkan artikel terpisah. Gabungkan pembahasan jika satu artikel dapat menjawab semuanya dengan baik.
Tips Memilih Long Tail Keyword
Agar proses riset lebih terarah, Anda dapat menggunakan beberapa pertimbangan berikut:
- Pilih keyword yang sesuai dengan topik website.
- Perhatikan kebutuhan pembaca.
- Gunakan Search Volume sebagai salah satu bahan pertimbangan.
- Periksa Keyword Difficulty.
- Pahami search intent.
- Bandingkan dengan hasil pencarian Google.
- Hindari membuat artikel yang terlalu mirip.
Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua website. Keyword yang sesuai untuk sebuah blog belum tentu cocok untuk blog lainnya.
Hubungan dengan Riset Keyword Ahrefs
Mencari long-tail keyword merupakan salah satu bagian dari proses riset keyword secara keseluruhan.
Jika Anda ingin mempelajari proses riset keyword menggunakan Ahrefs dari tahap awal, Anda dapat membaca artikel berikut:
Cara Riset Keyword dengan Ahrefs untuk Menemukan Ide Artikel
Anda juga dapat mempelajari penggunaan Keywords Explorer secara lebih khusus melalui artikel:
Cara Menggunakan Ahrefs Keywords Explorer untuk Pemula
Kesimpulan
Long-tail keyword dapat membantu menemukan topik yang lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan pencari.
Dengan Ahrefs Keywords Explorer, Anda dapat memulai dari sebuah seed keyword kemudian mencari berbagai keyword yang lebih spesifik. Selanjutnya, periksa data keyword, pahami search intent, dan bandingkan dengan hasil pencarian Google sebelum menentukan topik artikel.
Yang paling penting, jangan membuat konten hanya berdasarkan angka dari tools SEO. Gunakan data tersebut sebagai bahan pertimbangan dan tetap utamakan relevansi serta manfaat artikel bagi pembaca.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan long-tail keyword?
Long-tail keyword adalah kata kunci yang lebih spesifik dibandingkan keyword umum dan biasanya mempunyai maksud pencarian yang lebih jelas.
Bagaimana cara mencari long-tail keyword di Ahrefs?
Mulailah dengan memasukkan seed keyword ke Ahrefs Keywords Explorer, kemudian cari keyword terkait yang lebih spesifik. Setelah itu periksa data keyword dan search intent sebelum memilihnya sebagai topik.
Apakah long-tail keyword selalu memiliki Search Volume rendah?
Tidak selalu. Long-tail keyword cenderung lebih spesifik, tetapi jumlah pencariannya dapat berbeda-beda tergantung topik dan kebutuhan pengguna.
Apakah setiap long-tail keyword perlu dibuat menjadi artikel?
Tidak. Keyword yang memiliki search intent sama dapat dibahas dalam satu artikel. Buat artikel terpisah jika keyword tersebut mempunyai topik atau kebutuhan pencarian yang berbeda.