Latest

Cara Setting DNS Blogger: CNAME dan A Record yang Benar

Pelajari cara setting DNS Blogger dengan CNAME dan A Record agar domain custom terhubung dengan benar, lengkap dengan contoh dan solusi error.
Cara setting DNS Blogger

Menggunakan domain sendiri di Blogger bukan hanya soal mengganti alamat blog. Setelah membeli domain, salah satu pengaturan penting yang perlu dilakukan adalah DNS. Pengaturan DNS inilah yang mengarahkan domain agar dapat terhubung dengan layanan Blogger.

Bagi yang baru pertama kali mengatur domain, istilah seperti CNAME, A Record, TTL, dan DNS mungkin terdengar cukup membingungkan. Padahal, jika mengetahui fungsi masing-masing, prosesnya sebenarnya cukup sederhana.

Dalam panduan ini, kita akan membahas cara setting DNS untuk Blogger, mulai dari CNAME hingga A Record, beserta contoh konfigurasi yang umum digunakan.

Apa Itu DNS untuk Blogger?

DNS atau Domain Name System adalah sistem yang membantu mengarahkan sebuah nama domain ke server atau layanan tertentu.

Saat menggunakan domain custom pada Blogger, DNS diperlukan agar alamat seperti www.namadomain.com dapat diarahkan ke blog Blogger milik kita.

Secara sederhana, DNS dapat diibaratkan seperti petunjuk arah. Ketika seseorang mengetik nama domain di browser, DNS membantu menentukan ke mana permintaan tersebut harus diarahkan.

Jenis DNS yang Dibutuhkan untuk Blogger

Untuk menghubungkan domain custom dengan Blogger, pengaturan yang paling umum digunakan adalah CNAME dan A Record.

1. CNAME

CNAME digunakan untuk mengarahkan subdomain ke nama domain lain. Dalam konfigurasi Blogger, CNAME biasanya digunakan untuk mengarahkan alamat www ke server Blogger.

Contoh:

Nama/Host: www
Jenis: CNAME
Tujuan: ghs.google.com

Selain CNAME tersebut, Blogger biasanya memberikan satu CNAME tambahan yang bersifat khusus untuk verifikasi domain. Nilainya berbeda-beda pada setiap blog, sehingga sebaiknya gunakan nilai yang ditampilkan langsung di pengaturan Blogger.

2. A Record

A Record digunakan untuk mengarahkan domain utama atau root domain ke alamat IP tertentu.

Untuk Blogger, domain utama biasanya diarahkan menggunakan beberapa alamat IP Google berikut:

216.239.32.21
216.239.34.21
216.239.36.21
216.239.38.21

Keempat alamat tersebut digunakan agar domain utama dapat terhubung dengan infrastruktur Blogger.

Cara Mendapatkan CNAME dari Blogger

Sebelum mengubah DNS, sebaiknya buka pengaturan Blogger terlebih dahulu agar mendapatkan data CNAME yang sesuai dengan blog Anda.

  1. Login ke akun Blogger.
  2. Pilih blog yang ingin menggunakan domain custom.
  3. Buka menu Setelan.
  4. Cari bagian Publikasi.
  5. Pilih opsi untuk menggunakan Domain custom.
  6. Masukkan domain yang ingin digunakan, misalnya www.namadomain.com.
  7. Blogger akan menampilkan informasi CNAME jika domain belum terverifikasi.

Catat dua CNAME yang ditampilkan Blogger. CNAME pertama biasanya menggunakan www, sedangkan CNAME kedua merupakan data verifikasi khusus untuk blog Anda.

Penting: jangan mengganti atau menebak nilai CNAME verifikasi. Gunakan data yang diberikan langsung oleh Blogger.

Cara Setting CNAME Blogger di DNS Domain

Setelah mendapatkan CNAME dari Blogger, masuk ke panel pengelolaan DNS tempat domain Anda dikelola.

Nama menu dapat berbeda tergantung penyedia domain. Biasanya pengaturan tersebut berada pada menu seperti DNS Management, DNS Zone, Kelola DNS, atau DNS Records.

Kemudian tambahkan CNAME pertama seperti contoh berikut:

Type  : CNAME
Host  : www
Target: ghs.google.com
TTL   : Default

Selanjutnya tambahkan CNAME kedua menggunakan data verifikasi yang diberikan oleh Blogger.

Contohnya secara umum akan berbentuk seperti ini:

Type  : CNAME
Host  : kode-verifikasi
Target: kode-verifikasi-domain.googlehosted.com
TTL   : Default

Nilai pada bagian Host dan Target di atas hanyalah contoh. Untuk verifikasi, selalu gunakan data yang diberikan oleh Blogger.

Cara Setting A Record untuk Blogger

Setelah CNAME selesai, langkah berikutnya adalah menambahkan A Record untuk domain utama.

Tambahkan empat A Record berikut:

Type: A
Host: @
Target: 216.239.32.21
Type: A
Host: @
Target: 216.239.34.21
Type: A
Host: @
Target: 216.239.36.21
Type: A
Host: @
Target: 216.239.38.21

Jika panel DNS menggunakan simbol @, biasanya simbol tersebut berarti domain utama atau root domain.

Jadi, apabila domain Anda adalah namadomain.com, A Record tersebut berlaku untuk namadomain.com, bukan hanya untuk www.

Contoh Konfigurasi DNS Blogger

Supaya lebih mudah dipahami, berikut contoh struktur DNS yang umum digunakan untuk domain Blogger:

Type Host Target
CNAME www ghs.google.com
CNAME kode verifikasi target verifikasi dari Blogger
A @ 216.239.32.21
A @ 216.239.34.21
A @ 216.239.36.21
A @ 216.239.38.21

Perlu diperhatikan bahwa tampilan panel DNS setiap penyedia domain bisa berbeda. Ada yang menggunakan kolom Name, Host, atau Record. Fungsinya tetap sama.

Bagaimana Jika DNS Lama Masih Ada?

Salah satu masalah yang sering terjadi adalah masih adanya A Record lama yang mengarah ke server hosting sebelumnya.

Jika domain memang akan digunakan sepenuhnya untuk Blogger, periksa terlebih dahulu DNS yang sudah ada. A Record lama yang bertentangan dapat menyebabkan domain tidak mengarah ke Blogger dengan benar.

Namun, jangan menghapus record DNS secara sembarangan. Jika domain juga digunakan untuk email, subdomain, atau layanan lain, beberapa record mungkin masih diperlukan.

Sebaiknya hanya mengubah record yang memang berkaitan dengan website dan tetap mempertahankan record untuk layanan lain yang masih digunakan.

Berapa Lama Perubahan DNS Aktif?

Perubahan DNS tidak selalu langsung terlihat. Setelah record disimpan, diperlukan waktu agar perubahan tersebut dikenali oleh berbagai server DNS.

Pada sebagian kasus, perubahan dapat terlihat dalam waktu relatif singkat. Namun, dalam kondisi tertentu prosesnya bisa membutuhkan waktu lebih lama.

Karena itu, jika domain belum langsung terhubung setelah DNS diubah, tidak perlu buru-buru mengubah record berkali-kali. Periksa kembali konfigurasi dan berikan waktu untuk proses pembaruan DNS.

Cara Menyelesaikan Setting Domain di Blogger

Setelah CNAME dan A Record sudah dibuat, kembali ke Blogger dan lakukan pengaturan domain custom.

  1. Buka Blogger > Setelan.
  2. Masuk ke bagian Publikasi.
  3. Masukkan domain custom dengan format yang sesuai, misalnya www.namadomain.com.
  4. Simpan pengaturan.
  5. Jika sebelumnya muncul permintaan verifikasi, pastikan CNAME verifikasi sudah benar.

Jika DNS sudah dikenali oleh Blogger, domain seharusnya dapat digunakan untuk mengakses blog.

Aktifkan HTTPS di Blogger

Setelah domain berhasil terhubung, jangan lupa memeriksa pengaturan HTTPS.

HTTPS membuat koneksi antara browser pengunjung dan website menjadi lebih aman. Selain itu, alamat website akan menggunakan protokol https://.

Di Blogger, pengaturan HTTPS dapat ditemukan melalui bagian Setelan. Pastikan opsi HTTPS tersedia dan sudah aktif setelah domain berhasil terhubung.

Jika HTTPS belum langsung aktif, tunggu sampai konfigurasi domain selesai diproses kemudian periksa kembali pengaturannya.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Setting DNS Blogger

1. CNAME www Salah

Pastikan host www diarahkan ke ghs.google.com. Jangan memasukkan alamat lengkap seperti https://www.namadomain.com pada kolom target CNAME.

2. CNAME Verifikasi Tidak Sesuai

CNAME verifikasi bersifat khusus. Jika nilainya salah satu karakter saja, proses verifikasi dapat gagal. Karena itu, salin data langsung dari Blogger.

3. A Record Tidak Lengkap

Pastikan seluruh A Record Blogger yang diperlukan sudah ditambahkan dengan benar.

4. Masih Ada A Record yang Bertabrakan

Jika terdapat A Record lama yang mengarah ke server lain, domain utama dapat mengalami masalah saat diarahkan ke Blogger.

5. DNS Belum Diperbarui

Perubahan DNS membutuhkan waktu. Jika konfigurasi sudah benar tetapi belum aktif, tunggu proses pembaruan sebelum melakukan perubahan berikutnya.

Apakah CNAME dan A Record Harus Sama?

Tidak. CNAME dan A Record memiliki fungsi yang berbeda.

CNAME digunakan untuk mengarahkan nama host seperti www ke nama domain tujuan, sedangkan A Record mengarahkan domain ke alamat IP.

Keduanya dapat digunakan secara bersamaan dalam konfigurasi domain Blogger karena menangani bagian yang berbeda dari alamat domain.

Kesimpulan

Setting DNS Blogger sebenarnya tidak terlalu sulit jika mengetahui fungsi setiap record. Secara umum, CNAME digunakan untuk menghubungkan www dan melakukan verifikasi domain, sedangkan A Record digunakan untuk mengarahkan domain utama ke Blogger.

Hal terpenting adalah memasukkan data dengan benar dan tidak menghapus record DNS lain yang masih diperlukan oleh layanan berbeda.

Jika semua konfigurasi sudah sesuai tetapi domain belum aktif, berikan waktu untuk proses pembaruan DNS kemudian periksa kembali pengaturan di Blogger.

Apa fungsi CNAME pada Blogger?

CNAME digunakan untuk mengarahkan subdomain seperti www ke layanan Blogger serta melakukan verifikasi kepemilikan domain sesuai data yang diberikan Blogger.

Berapa A Record yang digunakan untuk Blogger?

Konfigurasi Blogger umumnya menggunakan empat A Record untuk domain utama, yaitu 216.239.32.21, 216.239.34.21, 216.239.36.21, dan 216.239.38.21.

Berapa lama DNS Blogger aktif setelah diubah?

Perubahan DNS tidak selalu langsung aktif. Waktu pembaruan dapat berbeda tergantung penyedia DNS dan kondisi jaringan. Jika konfigurasi sudah benar, tunggu proses pembaruan sebelum mengubah record kembali.

Apakah A Record lama harus dihapus saat menggunakan Blogger?

A Record lama yang mengarah ke layanan berbeda dapat menyebabkan konflik. Namun, jangan menghapus record secara sembarangan jika domain masih digunakan untuk email, subdomain, atau layanan lainnya.

Mengapa domain belum terhubung ke Blogger setelah DNS diatur?

Penyebabnya bisa berupa CNAME yang salah, A Record yang belum lengkap, adanya record yang bertabrakan, atau perubahan DNS yang masih dalam proses pembaruan.

About the author

Admin
blog yang membahas tutorial Blogger, SEO, dan tips teknologi terbaru untuk membantu mengembangkan website dan meningkatkan penghasilan online.

Posting Komentar