Kalau sedang mengerjakan kelistrikan mobil atau motor, relay adalah salah satu komponen yang cukup sering digunakan. Bentuk relay memang terlihat sederhana, tetapi setiap kaki pada relay mempunyai fungsi yang berbeda.
Yang cukup sering membuat bingung adalah perbedaan antara relay 4 kaki dan relay 5 kaki. Keduanya sama-sama bisa digunakan sebagai sakelar listrik, tetapi relay 5 kaki mempunyai satu jalur kontak tambahan.
Supaya tidak salah saat memasang, kita perlu memahami kode angka yang biasanya terdapat pada bagian bawah atau samping relay.
Perbedaan Relay 4 Kaki dan 5 Kaki
Perbedaan paling mudah dilihat adalah jumlah terminalnya. Relay 4 kaki biasanya mempunyai terminal 85, 86, 30, dan 87.
Sementara itu, relay 5 kaki umumnya mempunyai terminal 85, 86, 30, 87, dan 87a.
Tambahan terminal 87a inilah yang membuat relay 5 kaki dapat digunakan untuk memindahkan hubungan listrik dari satu jalur ke jalur lainnya.
Kode Kaki Relay 4 Kaki
Pada relay otomotif yang menggunakan penomoran standar, fungsi kaki umumnya seperti berikut:
85 = Coil 86 = Coil 30 = Common 87 = Normally Open (NO)
Kaki 85 dan 86 merupakan bagian kumparan atau coil. Ketika coil mendapatkan tegangan yang sesuai, relay akan bekerja dan mengubah posisi kontak di dalamnya.
Sedangkan 30 dan 87 merupakan bagian kontak sakelar.
Cara Kerja Relay 4 Kaki
Saat relay belum aktif, hubungan antara terminal 30 dan 87 biasanya masih terbuka. Artinya, arus belum dapat mengalir melalui kedua terminal tersebut.
Ketika coil diberi tegangan, relay aktif dan kontak di dalamnya berpindah. Pada kondisi ini terminal 30 terhubung dengan terminal 87.
Gambaran sederhananya:
Relay OFF
30 - - - 87
terbuka
Relay ON
30 ------- 87
terhubung
Karena hanya mempunyai satu jalur kontak output, relay 4 kaki sering digunakan untuk menghidupkan atau mematikan beban seperti lampu, klakson, kipas, dan perangkat listrik lainnya.
Kode Kaki Relay 5 Kaki
Relay 5 kaki mempunyai terminal tambahan yang biasanya diberi kode 87a.
85 = Coil 86 = Coil 30 = Common 87 = Normally Open (NO) 87a = Normally Closed (NC)
Terminal 30 berfungsi sebagai common. Terminal ini dapat terhubung ke 87 atau 87a tergantung kondisi relay.
Bagaimana Cara Kerja Relay 5 Kaki?
Pada saat coil belum aktif, terminal 30 biasanya terhubung dengan 87a. Kondisi ini disebut Normally Closed atau NC.
Ketika coil mendapatkan tegangan dan relay aktif, hubungan berpindah. Terminal 30 kemudian terhubung dengan 87.
Relay OFF
30 ------- 87a
|
X
87
Relay ON
30 ------- 87
|
X
87a
Dengan sistem seperti ini, relay 5 kaki tidak hanya bisa digunakan untuk fungsi ON dan OFF. Relay ini juga dapat digunakan untuk memilih salah satu dari dua jalur listrik.
Tabel Perbedaan Relay 4 Kaki dan 5 Kaki
| Bagian | Relay 4 Kaki | Relay 5 Kaki |
|---|---|---|
| Jumlah kaki | 4 | 5 |
| Coil | 85 dan 86 | 85 dan 86 |
| Common | 30 | 30 |
| NO | 87 | 87 |
| NC | Tidak ada | 87a |
Arti Kode 85 dan 86
Relay memiliki beberapa kode angka yang tercetak pada bodinya, seperti 85, 86, 30, 87, dan 87a. Kode tersebut menunjukkan terminal yang memiliki fungsi berbeda dalam rangkaian relay.
Memahami arti setiap kode penting agar pemasangan relay dapat dilakukan dengan benar. Meskipun kode terminal umumnya mengikuti standar yang sama, konfigurasi tertentu dapat berbeda tergantung jenis dan konstruksi relay yang digunakan.
Arti Kode 85 dan 86
Kode 85 dan 86 biasanya menunjukkan terminal coil relay. Ketika bagian ini mendapatkan tegangan yang sesuai, kumparan menghasilkan medan magnet yang menggerakkan kontak relay.
Pada relay sederhana, kedua terminal coil digunakan sebagai pasangan untuk mengaktifkan relay.
Namun, jangan langsung berasumsi bahwa semua relay mempunyai polaritas coil yang sama. Beberapa relay memiliki komponen tambahan seperti diode atau rangkaian elektronik di dalamnya. Karena itu, sebaiknya lihat diagram yang tercetak pada bodi relay sebelum melakukan pemasangan.
Arti Kode 30
Terminal 30 biasanya merupakan terminal common. Pada relay 4 kaki, terminal ini bekerja bersama terminal 87.
Pada relay 5 kaki, terminal 30 dapat berpindah hubungan antara 87 dan 87a.
Karena terminal 30 sering menjadi jalur utama beban, ukuran kabel dan pengaman seperti sekring harus disesuaikan dengan kebutuhan rangkaian.
Arti Kode 87
Terminal 87 biasanya merupakan kontak Normally Open (NO).
Dalam kondisi relay tidak aktif, 30 dan 87 tidak terhubung. Setelah coil aktif, hubungan tersebut menjadi terhubung.
Arti Kode 87a
Terminal 87a biasanya hanya terdapat pada relay 5 kaki. Terminal ini merupakan kontak Normally Closed (NC).
Saat relay tidak aktif, 30 dan 87a biasanya terhubung. Setelah relay aktif, hubungan tersebut berpindah sehingga 30 terhubung ke 87.
Ringkasan Arti Kode Relay
Secara sederhana, fungsi kode pada relay dapat dipahami melalui urutan berikut:
- 85 dan 86 — Terminal coil yang digunakan untuk mengaktifkan relay. Keduanya bekerja sebagai pasangan, tetapi polaritas harus diperiksa jika relay memiliki diode atau komponen elektronik internal.
- 30 — Terminal common yang menjadi jalur utama kontak relay.
- 87 — Terminal Normally Open (NO), yang terhubung dengan 30 ketika relay aktif.
- 87a — Terminal Normally Closed (NC), yang biasanya terhubung dengan 30 ketika relay tidak aktif. Terminal ini umumnya terdapat pada relay 5 kaki.
Cara Kerja Singkat Relay
Pada kondisi relay belum aktif, terminal 30 dan 87 pada relay 4 kaki biasanya belum terhubung. Ketika coil pada terminal 85 dan 86 mendapatkan tegangan yang sesuai, medan magnet akan menggerakkan kontak sehingga terminal 30 terhubung dengan 87.
Pada relay 5 kaki, kondisi awal biasanya membuat terminal 30 terhubung dengan 87a. Setelah coil aktif, hubungan tersebut berpindah sehingga terminal 30 terhubung dengan 87.
Dengan memahami fungsi kode 85, 86, 30, 87, dan 87a, kita dapat lebih mudah membaca diagram relay dan menentukan jalur pemasangan yang sesuai. Sebelum memasang relay pada kendaraan atau rangkaian listrik, tetap periksa diagram pada bodi relay dan sesuaikan kabel serta pengaman dengan kebutuhan beban.
Kode pada relay bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan fungsi masing-masing terminal. Kode 85 dan 86 berkaitan dengan coil, 30 merupakan common, 87 adalah kontak Normally Open, sedangkan 87a merupakan kontak Normally Closed yang biasanya terdapat pada relay 5 kaki.
Dengan mengetahui fungsi setiap terminal, pemasangan relay menjadi lebih mudah dan risiko kesalahan sambungan dapat dikurangi. Namun, selalu gunakan diagram yang terdapat pada relay sebagai acuan utama karena konfigurasi dapat berbeda pada jenis relay tertentu.
Contoh Penggunaan Relay 4 Kaki
Misalnya kita ingin menggunakan relay untuk mengendalikan lampu. Salah satu konsep rangkaiannya adalah sumber listrik masuk ke terminal 30, sedangkan terminal 87 digunakan menuju beban.
Sumber +12V
|
30
|
RELAY
|
87
|
Lampu
|
Massa
Bagian coil menggunakan terminal 85 dan 86. Ketika coil diaktifkan, kontak 30 dan 87 terhubung sehingga lampu mendapatkan suplai.
Contoh Penggunaan Relay 5 Kaki
Relay 5 kaki bisa digunakan ketika sebuah sumber listrik perlu dialihkan ke dua jalur berbeda.
+---- 87
|
30 ----------+
|
+---- 87a
Pada kondisi relay OFF, jalur 30 biasanya terhubung ke 87a. Ketika relay ON, hubungan berpindah ke 87.
Model seperti ini berguna pada rangkaian yang membutuhkan fungsi perpindahan atau changeover.
Apakah Relay 4 Kaki Bisa Diganti Relay 5 Kaki?
Bisa atau tidaknya tergantung rangkaian yang digunakan. Jika sebuah rangkaian hanya memerlukan fungsi kontak NO, relay 5 kaki dapat memiliki fungsi yang sesuai pada terminal 30 dan 87.
Namun, jangan memasang relay hanya berdasarkan bentuk kaki atau posisi terminalnya. Pastikan nomor terminalnya sesuai dengan diagram relay.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tegangan coil, kapasitas arus kontak, jenis beban, serta konfigurasi internal relay.
Secara sederhana, perbedaan relay 4 kaki dan 5 kaki terletak pada jumlah kontak yang tersedia.
Relay 4 kaki:
85 = Coil 86 = Coil 30 = Common 87 = NO
Relay 5 kaki:
85 = Coil 86 = Coil 30 = Common 87 = NO 87a = NC
Jadi, relay 4 kaki lebih sederhana karena hanya mempunyai satu jalur kontak NO. Sementara relay 5 kaki mempunyai tambahan kontak 87a sehingga dapat digunakan untuk fungsi perpindahan jalur.
Sebelum memasang relay pada mobil, motor, atau rangkaian elektronik, jangan hanya mengandalkan warna kabel atau posisi kaki. Periksa nomor terminal dan diagram yang tercetak pada relay agar pemasangannya sesuai.
Kesimpulan
Kode pada relay bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan fungsi masing-masing terminal. Kode 85 dan 86 berkaitan dengan coil, 30 merupakan common, 87 adalah kontak Normally Open, sedangkan 87a merupakan kontak Normally Closed yang biasanya terdapat pada relay 5 kaki.
Dengan mengetahui fungsi setiap terminal, pemasangan relay menjadi lebih mudah dan risiko kesalahan sambungan dapat dikurangi. Namun, selalu gunakan diagram yang terdapat pada relay sebagai acuan utama karena konfigurasi dapat berbeda pada jenis relay tertentu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa fungsi pin 85 dan 86 pada relay?
Pin 85 dan 86 biasanya merupakan terminal coil relay. Keduanya digunakan sebagai pasangan untuk mengaktifkan coil sehingga kontak relay dapat berpindah. Jika relay memiliki diode atau komponen elektronik internal, perhatikan polaritas sesuai diagram pada bodinya.
Apa fungsi pin 30 pada relay?
Pin 30 biasanya merupakan terminal common atau jalur utama kontak relay. Pada relay 4 kaki, pin 30 bekerja dengan pin 87. Pada relay 5 kaki, pin 30 dapat berpindah hubungan antara pin 87 dan 87a.
Apa perbedaan pin 87 dan 87a?
Pin 87 biasanya merupakan kontak Normally Open (NO), sedangkan pin 87a merupakan kontak Normally Closed (NC). Saat relay tidak aktif, 30 biasanya terhubung ke 87a. Setelah relay aktif, hubungan berpindah sehingga 30 terhubung ke 87.
Apa perbedaan relay 4 kaki dan 5 kaki?
Relay 4 kaki umumnya memiliki terminal 85, 86, 30, dan 87. Relay 5 kaki memiliki tambahan terminal 87a sehingga dapat digunakan untuk mengatur dua kondisi jalur output, yaitu hubungan 30 dengan 87a saat relay tidak aktif dan hubungan 30 dengan 87 saat relay aktif.
